Cerita Pendek: Berkorban Demi Menolong

Berkorban Demi Menolong

Pada suatu ketika di sore hari yang tenang, tampaklah seorang pertapa muda sedang berjalan menyusuri tepi sungai. Tiba-tiba matanya menangkap suatu gerakan di dekat tepi sungai tempatnya berjalan. Ternyata di sana, tampak seekor kepiting, yang sedang berusaha keras mengerahkan tenaganya untuk meraih tepian sungai.

Melihat hal itu, pertapa muda segera saja mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Dan tentu saja kepiting tadi menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa muda puas karena bisa menyelamatkan si kepiting. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali. Tak jauh dari tempat itu, ternyata terlihat juga seekor kepiting lain juga sedang berjuang agar bisa meraih tepian sungai.

Dengan tanpa keraguan, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting itu demi membantunya. Tampaknya memang ada sekelompok kepiting yang berusaha untuk tidak terseret arus sungai. Karena terlihat ternyata masih ada 3 ekor kepiting lain yang juga sedang berjuang meraih tepian sungai. Tangan si pertapa muda pun terjulur untuk menolong kepiting ketiga dan keempat. Meski tangannya terluka dan mulai membengkak, pertapa muda justru terlihat senang karena ia bisa membantu menyelamatkan banyak ekor kepiting itu.

Melihat kejadian itu, datanglah seorang Pak Tua yang bijaksana menghampiri dan menegur si pertapa muda. “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tapi mengapa demi menolong kepiting-kepiting itu, engkau biarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?” “Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting, “jawab si pertapa muda.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian Pak Tua bijaksana itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang kelima, yang masih berjuang untuk meraih tepian sungai. Segera saja si kepiting itu menangkap ranting dengan capitnya. “Lihat anak muda, menolong makhluk hidup memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yaitu ingin mengembangkan cinta kasih kepada sesama, bukankah tidak harus kita mengorbankan diri sendiri? Kita bisa gunakan ranting ini, bukan..”

Seketika, si pertapa muda tersadar, “Terima kasih Paman. Hari ini saya belajar sesuatu, bahwa mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Saya akan selalu ingat kebijaksanaan ini.”

 

 

 

 

Nilai yang dapat diambil:
Mempunyai sifat baik hati, mau menolong orang lain adalah salah satu sikap yang patut kita teladani dan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun apabila kita menggunakan cara yang salah, justru niat baik kita ingin memberikan bantuan, malah harus menanggung kerugian atau akibat yang tidak perlu.

Oleh sebab itu, niat baik ingin menolong orang lain, seharusnya juga disertai dengan cara yang tepat dan bijaksana. Sehingga tindakan baik yang kita lakukan tersebut, tidak saja memberikan manfaat bagi orang yang kita tolong, namun juga membawa kebahagiaan bagi kita yang melakukannya.

 

 

Jika Anda rasa cerita ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada teman Anda, silahkan share dengan klik icon (Bagikan ini) di bawah ini.
Berbagi itu Indah, Berbagi itu Bermanfaat. 
#YPRIndonesia

Iklan

Satu pemikiran pada “Cerita Pendek: Berkorban Demi Menolong

  1. Ping balik: Cerita Pendek: Berkorban Demi Menolong | Mulia Vemma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s