Cerita Inspiratif: Kisah Kura-Kura dan Kelinci

Kisah Kura-Kura dan Kelinci

Alkisah di sebuah hutan kecil di pinggir desa, hiduplah seekor kelinci yang sombong. Dia suka mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Kelinci suka mengejek kura-kura yang berjalan lambat. “Hei, kura-kura, jalan kamu lambat sekali…lari donk, biar cepat sampai.” ejek kelinci kepada kura-kura. “Biarlah kelinci, memang jalanku lambat, yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka.” jawab kura-kura.

Sampai saat ini, akulah pelari yang paling cepat di hutan ini. Hei kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan berikan hadiah apapun yang kau mau.” tantang kelinci dengan angkuhnya. Dengan suaranya yang lembut si kura-kura menjawab, “kalau kau mau, aku akan mencobanya!” Kelinci tertawa senang, “ha ha ha…baiklah, kalau begitu besok pagi aku tunggu kau di pintu gerbang. Aku akan memberitahukan kepada yang lain untuk datang melihat, dan merayakan kemenanganku!” Kedua hewan itu pun sepakat berlomba lari, dengan meminta singa sebagai wasitnya.

Keesokan harinya, si kelinci sudah menunggu dengan sombongnya di pintu gerbang. Tampak hewan-hewan lain yang juga datang ingin menyaksikan perlombaan itu. Setelah terlihat kura-kura datang, kelinci mengejeknya di depan hewan yang lain, “Akhirnya kamu datang juga kura-kura. Kamu tak munkin bisa menang berlomba denganku, apa kamu  yakin kita masih perlu berlomba?” Kura-kura menganggukkan kepalanya pelan-pelan, “Tentu saja kelinci, aku yakin akan kemampuanku!

Baiklah, kalau begitu perlombaan ini kita mulai. Siapa yang paling cepat tiba duluan ke tepi hutan di sebelah sana, dialah pemenangnya!” kata singa kemudian. Setelah kedua hewan itu sudah bersiap, singa pun mengaum, tanda dimulainya pertandingan. Dengan sigap kelinci berlari kencang melewati pohon-pohon. Kura-kura masih merayap, dan kelinci sudah tidak kelihatan lagi. “Aku heran, mengapa kau masih mau berlomba kura-kura? Semua hewan tahu bahwa kelincilah yang akan menang!” kata tupai. Kura-kura hanya tersenyum mendengar perkataan tupai, dan melanjutkan berjalan.

Dengan gesit kelinci berlari melewati pohon-pohon, menyelinap di antara tanaman-tanaman perdu, melompati potongan kayu tua yang berserakan. Sesudah beberapa saat berlari, ia berhenti sebentar dan mendengarkan. Tak ada suara apapun yang mengikutinya. Tak ada tanda-tanda dari si kura-kura. Kelinci tertawa sendiri. Ia telah berlari jauh melampaui kura-kura. “Aku masih mempunyai waktu untuk makan beberapa wortel sebelum kura-kura bisa mengejar sampai ke sini” kata kelinci dalam hati. Kelinci pun memetik beberapa wortel, lalu sambil duduk di bawah pohon rindang, ia memakan semua wortel itu. “Sebaiknya aku menunggu sebentar di sini, sampai hewan-hewan lain datang agar ada yang menyaksikan kemenanganku.” pikir si kelinci. Sambil menunggu iapun berbaring di bawah pohon. Dan tempat itu sangat nyaman untuk beristirahat dan memejamkan mata sebentar.. Kelinci pun akhirnya tertidur.

Kura-kura yang terus berjalan dengan tekun dan bersemangat, akhirnya sampai ke tempat kelinci yang sedang tertidur. Dengan tenang, kura-kura melewati kelinci yang tengah tidur terlelap.

Sore hari barulah kelinci terbangun, didengarnya suara hewan-hewan lain tak jauh dari tempatnya berada. “Sepertinya mereka sudah datang untuk menyaksikan kemenanganku. Kura-kura malang, ia pasti masih tertinggal jauh di belakang.” pikir si kelinci sambil tersenyum sendiri. Kelinci tidak tahu, bahwa selama ia tertidur pulas, dengan bersusah payah tapi mantap, kura-kura terus berjalan melewati hutan. Dan kelinci telah tertidur lama sekali, cukup lama, sehingga kura-kura dapat dengan perlahan-lahan berjalan melewatinya dan sedikit lagi tiba di garis finish.

Dan ketika kelinci melihat kura-kura, ia terkejut dengan apa yang telah terjadi. Kelinci lari sekencang-kencangnya. Tetapi malang baginya karena kura-kura telah berhasil mencapai garis finish terlebih dahulu. Bahkan kura-kura mendapatkan sorakan gembira dari penghuni hutan yang lain.

Kelinci harus mengakui kekalahannya dalam lomba lari tersebut. “Hei kura-kura, kau menang, hadiah apa yang kau mau dariku?” tanya kelinci sambil menunduk. “Kelinci, hanya ini yang kuinginkan darimu. Kamu tidak boleh sombong dan suka mengejek lagi.” kata kura-kura dengan lembutnya. Kelinci pun memberikan ucapan selamat kepada kura-kura dan berjanji untuk tidak sombong dan suka mengejek lagi.

 

 

 

 

Nilai yang dapat diambil:
Kelinci sombong dalam cerita di atas ternyata harus mengakui kekalahannya dari si kura-kura. Inilah yang sering terjadi, ketika seseorang merasa memiliki kemampuan lebih dari lainnya, ia pun bertindak dan berperilaku seperti kelinci dalam kisah di atas. Yaitu memandang remeh akan kemampuan dari orang-orang di sekitarnya.

Meski kita mempunyai kemampuan atau keterampilan yang hebat, jika tidak disertai ketekunan dan semangat yang tinggi, maka kita tidak akan bisa menuju sukses dan mencapai impian kita. Kesulitan seperti apapun yang menghadang akan berhasil kita atasi apabila kita bertindak seperti kura-kura dalam kisah di atas, yang berhasil menjadi pemenang meski terkesan mustahil, dengan kerendahan hati, ketekunan dan penuh semangat hingga akhirnya mencapai kemenangan.

“Yakinlah dengan kemampuan yang kau miliki, dengan semangat dan ketekunan, gunung pun dapat kau pindahkan!” #DC

 

 

 

 

Jika Anda rasa cerita ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada teman Anda, silahkan share dengan klik icon (Bagikan ini) di bawah ini.
Berbagi itu Indah, Berbagi itu Bermanfaat. 
#YPRIndonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s