Cerita Inspiratif: Cinta Kasih Seorang Nenek Kepada Cucunya

Cinta Kasih Seorang Nenek Kepada Cucunya

 

Kisah tentang cinta kasih seorang nenek kepada cucunya ini, membuat semua terharu dan terus meneteskan air mata.

Di suatu siang hari terlihat seorang nenek berulang kali menekan tombol sebuah rice cooker, tetapi rice cooker ini tetap tidak mau menyala. Lalu nenek ini berjalan tergopoh-gopoh dari dapur ke kamarnya. Di dalam kamar, nenek langsung merapikan rambutnya yang sudah memutih dan mengganti baju.

Setelah semua kancing bajunya terpasang semua, si nenek kembali membukanya lagi. Ternyata kancing bajunya tidak terpasang sesuai urutan, sehingga terkadang sisi baju yang sebelah kiri menjadi lebih tinggi dari yang kanan. Atau kancing yang sebelah kanan melampaui 2 urutan dari yang sebelah kiri. Nenek bahkan harus mengulanginya beberapa kali sampai berkeringat, baru akhirnya semua bisa terkancing rapi sesuai urutannya. Setelah itu nenek berjalan keluar dari kamar.

Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Berpikir Sederhana dan Berbeda (II)

Berpikir Sederhana dan Berbeda (II)

Diceritakan pada suatu ketika, ada seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?

Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya? Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Berpikir Sederhana dan Berbeda (I)

Alkisah diceritakan , pada suatu hari, Christopher Columbus menghadiri sebuah acara jamuan makan di mana ia akan mendapatkan penghargaan dari seorang petinggi di Spanyol. Pada saat itulah, seseorang tiba-tiba menganggap remeh penemuan Dunia Baru oleh Columbus dengan mengatakan bahwa setiap orang pun dapat menemukan dunia itu.

Menghadapi cercaan itu, Columbus kemudian menantang semua orang yang hadir dalam acara tersebut untuk membuat telur berdiri tanpa memegangnya. Banyak orang mencoba tantangan Columbus tersebut, namun tidak ada yang berhasil. Mereka kemudian berpendapat bahwa mustahil membuat telur berdiri tanpa memegangnya. Colombus kemudian mengambil sebuah telur, sedikit memecahkan bagian bawah telur itu, kemudian menaruhnya di meja dan telur itu pun berdiri tanpa dipegang olehnya. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Kisah Ayah, Anak dan Keledai

Kisah Ayah, Anak dan Keledai

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang Pak tua bersama putranya di sebuah desa. Desa itu sudah lama kekeringan dan menjadi tandus, sehingga banyak dari penduduk desa yang pindah. Kehidupan mereka sangat miskin, hanya sebuah gubuk reot dan seekor keledai lah harta yang mereka miliki. Setiap hari mereka hanya mengandalkan keledai yang mereka miliki untuk bekerja. Sehingga suatu hari, diputuskanlah mereka akan pergi ke pekan raya di kota untuk menjual keledainya.

Seorang perempuan melihat mereka dan tertawa, “Kalian berjalan membawa keledai. mengapa kalian tak menungganginya? Kalian berdua benar-benar bodoh!” “Perempuan itu benar,” kata Pak tua kepada putranya, “Kita berdua sungguh bodoh.” Maka orang tua itu naik ke punggung keledai, dan anaknya berjalan mengikuti di belakangnya. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Kura-Kura dan Kelinci

Kisah Kura-Kura dan Kelinci

Alkisah di sebuah hutan kecil di pinggir desa, hiduplah seekor kelinci yang sombong. Dia suka mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Kelinci suka mengejek kura-kura yang berjalan lambat. “Hei, kura-kura, jalan kamu lambat sekali…lari donk, biar cepat sampai.” ejek kelinci kepada kura-kura. “Biarlah kelinci, memang jalanku lambat, yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka.” jawab kura-kura.

Sampai saat ini, akulah pelari yang paling cepat di hutan ini. Hei kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan berikan hadiah apapun yang kau mau.” tantang kelinci dengan angkuhnya. Dengan suaranya yang lembut si kura-kura menjawab, “kalau kau mau, aku akan mencobanya!” Kelinci tertawa senang, “ha ha ha…baiklah, kalau begitu besok pagi aku tunggu kau di pintu gerbang. Aku akan memberitahukan kepada yang lain untuk datang melihat, dan merayakan kemenanganku!” Kedua hewan itu pun sepakat berlomba lari, dengan meminta singa sebagai wasitnya. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Impian Seorang Mahasiswi

Impian seorang mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, Profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling, ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyumnya yang cerah. Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh tahun. Maukah kamu memelukku?” Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja!” Dia pun memberikan saya pelukan yang sangat erat.

Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.” Saya menjadi penasaran, ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. “Ahh…yang serius?” pinta saya. “Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya,” katanya dengan penuh antusias. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Kisah Ahli Permata

Kisah Ahli Permata

Suatu ketika, ada seorang anak muda mengunjungi ahli permata terkenal dan menyatakan maksudnya untuk mau belajar tentang permata dan berguru. Pada mulanya, ahli permata itu menolak, karena ia kawatir bahwa anak muda ini tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar. Namun karena anak muda itu terus memohon dan menunjukkan kesungguhannya, akhirnya ahli permata pun menyetujui permintaannya. “Datanglah kembali besok pagi, kamu akan memulai latihanmu” kata si ahli permata kepada anak muda.

Keesokan harinya, ahli permata memberikan sebuah batu berlian dan meminta agar si anak muda menggenggamnya dengan erat. Setelah itu, ahli permata meneruskan aktivitasnya dan meninggalkan anak muda itu sendirian sampai sore. Baca lebih lanjut