Belajar Dari Kolonel Sanders

Belajar Dari Kolonel Sanders

Apakah anda salah satu penggemar ayam goreng dari Kentucky Fried Chicken? Tahukah anda siapa pria berjenggot yang selalu ada di logo KFC? Dia adalah Kolonel Harland Sanders, yang berhasil mendirikan restoran cepat saji KFC hingga menjadi populer di dunia. Tidak banyak yang mengetahui kisah perjuangannya, namun yang hebatnya, Kolonel Sanders baru memulai bisnis waralabanya ini di saat usianya 65 tahun. Lewat kehidupannya, anda tidak akan menyangka, bahwa ternyata ia membutuhkan waktu 9 tahun untuk menyempurnakan bumbu rahasia kelezatan ayam goreng KFC. Mari kita simak kisah di balik kesuksesan Kolonel Sanders.

Harland David Sanders lahir pada 9 September 1890. Sejak kecil, Sanders sudah menghadapi berbagai cobaan kehidupan. Ayahnya meninggal pada saat ia masih berusia enam tahun. Ibunya terpaksa harus bekerja banting tulang menghidupi Sanders dan adiknya yang masih berusia tiga tahun. Kondisi yang ada mengharuskan Sanders menjaga adiknya dan belajar memasak lebih awal. Karena sering memasak di rumah, di usianya yang ke 7, Sanders memiliki kemampuan masak yang patut dipuji. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Impian Seorang Mahasiswi

Impian seorang mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, Profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling, ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyumnya yang cerah. Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh tahun. Maukah kamu memelukku?” Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja!” Dia pun memberikan saya pelukan yang sangat erat.

Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.” Saya menjadi penasaran, ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. “Ahh…yang serius?” pinta saya. “Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya,” katanya dengan penuh antusias. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Kisah Ahli Permata

Kisah Ahli Permata

Suatu ketika, ada seorang anak muda mengunjungi ahli permata terkenal dan menyatakan maksudnya untuk mau belajar tentang permata dan berguru. Pada mulanya, ahli permata itu menolak, karena ia kawatir bahwa anak muda ini tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar. Namun karena anak muda itu terus memohon dan menunjukkan kesungguhannya, akhirnya ahli permata pun menyetujui permintaannya. “Datanglah kembali besok pagi, kamu akan memulai latihanmu” kata si ahli permata kepada anak muda.

Keesokan harinya, ahli permata memberikan sebuah batu berlian dan meminta agar si anak muda menggenggamnya dengan erat. Setelah itu, ahli permata meneruskan aktivitasnya dan meninggalkan anak muda itu sendirian sampai sore. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Pertapa dan Alat Pemotong Kayu

Kisah Pertapa dan Alat Pemotong Kayu

Diceritakan pada suatu ketika, ada seorang pertapa yang selama hidupnya tinggal di dalam sebuah gua yang kecil. Suatu saat pertapa itu ingin membuat sebuah rumah. Yang pertama dia lakukan adalah turun gunung untuk membeli alat pemotong kayu di toko peralatan di kota terdekat.

Saya ingin pindah dari gua saya dan bermaksud membuat rumah sendiri dari batang kayu”, begitu kata pertapa ini dengan bangga kepada pelayan toko. Lalu dia melanjutkan penjelasannya, “Saya perlu alat pemotong kayu yang paling baik, apakah kamu dapat menolong saya?Baca lebih lanjut

Film Inspiratif: The Billionaire a.k.a. Top Secret

Top Secret (The Billionaire)

Dahulu kala, jiwa pengusaha hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah memiliki cukup pengalaman dan berani untuk membuka usaha. Namun sekarang ini makin banyak pengusaha-pengusaha muda yang bermunculan, yang mampu mencetak 1 miliar pertamanya di usia yang boleh dibilang masih sangat muda. The Billionaire (2011), merupakan salah satu film yang terinspirasi dari kisah nyata, yang menceritakan tentang kisah Top Ittipat Kulapongvanich, yang di mana pada usianya masih 19 tahun ia berhenti dari universitas untuk memulai bisnis rumput laut goreng yang kita kenal dengan nama snack ‘Tao Kae Noi’. Ia menjadi salah satu billionaire (baht) termuda dari Thailand.

Pria kelahiran Thailand ini sesungguhnya hanyalah seorang yang biasa saja, tak ada yang spesial dari dirinya. Justru cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depannya. Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top pernah mengalami kecanduan game online saat dia berusia 16 tahun, dan hal ini membuat ia tidak pernah berkonsentrasi kepada pendidikannya, yang mengakibatkan nilainya banyak yang di bawah standard rata-rata. Suatu hari, Top ditawari oleh sesama pemain game online agar Top mau menjual senjata (item) milik Top kepadanya (Para gamers tentu paham betul akan hal ini ^.^). Pada awalnya Top menolak menjualnya, namun karena pemain game online tadi berani membayar Top dengan harga yang sangat tinggi (dalam baht), maka akhirnya Top pun menjualnya. Dari situlah Top mulai ketagihan berbisnis. Semakin lama semakin banyak keuntungan yang ia dapatkan, hingga Top bisa membeli sebuah mobil dengan harga tunai. Namun kedua orang tua Top tidak setuju dengan apa yang telah dilakukan Top itu, terlebih lagi mereka semakin marah karena mengetahui ternyata anaknya tidak diterima di Universitas Negeri. Namun dengan percaya diri, Top mengatakan bahwa ia bisa masuk ke Universitas Swasta dengan biaya sendiri. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Berkorban Demi Menolong

Berkorban Demi Menolong

Pada suatu ketika di sore hari yang tenang, tampaklah seorang pertapa muda sedang berjalan menyusuri tepi sungai. Tiba-tiba matanya menangkap suatu gerakan di dekat tepi sungai tempatnya berjalan. Ternyata di sana, tampak seekor kepiting, yang sedang berusaha keras mengerahkan tenaganya untuk meraih tepian sungai.

Melihat hal itu, pertapa muda segera saja mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Dan tentu saja kepiting tadi menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa muda puas karena bisa menyelamatkan si kepiting. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali. Tak jauh dari tempat itu, ternyata terlihat juga seekor kepiting lain juga sedang berjuang agar bisa meraih tepian sungai. Baca lebih lanjut

Belajar Dari Soichiro Honda

Belajar Dari Soichiro Honda

Sering kali kita melihat mobil atau motor dengan merek Honda, lalu lalang di padatnya lalu lintas jalan raya. Tentunya kendaraan dengan merek satu ini sudah tidak asing lagi bagi kita, yang tinggal di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Munkin juga sebagian dari pembaca blog ini, adalah pelanggan setia dari kendaraan dengan merek Honda. Maka dari itu, tidak ada salahnya kita sedikit mengetahui sejarah dari berdirinya Honda dengan belajar dari sang pendirinya, yaitu Soichiro Honda.

Soichiro Honda bukan berasal dari keluarga yang kaya. Kehidupan masa kecilnya banyak dilalui dengan bekerja membantu ayahnya dalam mereparasi sepeda dan alat-alat pertanian di bengkel ayahnya.  Di masa sekolahnya, Honda tidak memiliki catatan yang bagus di bidang akademik, bahkan ia tidak pernah menyandang gelar insinyur.
“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi aku tidak bersedih, karena duniaku di sekitar mesin, motor, dan sepeda, ” tuturnya. Baca lebih lanjut