Cerita Inspiratif: Cinta Kasih Seorang Nenek Kepada Cucunya

Cinta Kasih Seorang Nenek Kepada Cucunya

 

Kisah tentang cinta kasih seorang nenek kepada cucunya ini, membuat semua terharu dan terus meneteskan air mata.

Di suatu siang hari terlihat seorang nenek berulang kali menekan tombol sebuah rice cooker, tetapi rice cooker ini tetap tidak mau menyala. Lalu nenek ini berjalan tergopoh-gopoh dari dapur ke kamarnya. Di dalam kamar, nenek langsung merapikan rambutnya yang sudah memutih dan mengganti baju.

Setelah semua kancing bajunya terpasang semua, si nenek kembali membukanya lagi. Ternyata kancing bajunya tidak terpasang sesuai urutan, sehingga terkadang sisi baju yang sebelah kiri menjadi lebih tinggi dari yang kanan. Atau kancing yang sebelah kanan melampaui 2 urutan dari yang sebelah kiri. Nenek bahkan harus mengulanginya beberapa kali sampai berkeringat, baru akhirnya semua bisa terkancing rapi sesuai urutannya. Setelah itu nenek berjalan keluar dari kamar.

Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Kura-Kura dan Kelinci

Kisah Kura-Kura dan Kelinci

Alkisah di sebuah hutan kecil di pinggir desa, hiduplah seekor kelinci yang sombong. Dia suka mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Kelinci suka mengejek kura-kura yang berjalan lambat. “Hei, kura-kura, jalan kamu lambat sekali…lari donk, biar cepat sampai.” ejek kelinci kepada kura-kura. “Biarlah kelinci, memang jalanku lambat, yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka.” jawab kura-kura.

Sampai saat ini, akulah pelari yang paling cepat di hutan ini. Hei kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan berikan hadiah apapun yang kau mau.” tantang kelinci dengan angkuhnya. Dengan suaranya yang lembut si kura-kura menjawab, “kalau kau mau, aku akan mencobanya!” Kelinci tertawa senang, “ha ha ha…baiklah, kalau begitu besok pagi aku tunggu kau di pintu gerbang. Aku akan memberitahukan kepada yang lain untuk datang melihat, dan merayakan kemenanganku!” Kedua hewan itu pun sepakat berlomba lari, dengan meminta singa sebagai wasitnya. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Impian Seorang Mahasiswi

Impian seorang mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, Profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling, ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyumnya yang cerah. Ia menyapa, “Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh tahun. Maukah kamu memelukku?” Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, “Tentu saja!” Dia pun memberikan saya pelukan yang sangat erat.

Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, “Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.” Saya menjadi penasaran, ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. “Ahh…yang serius?” pinta saya. “Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya,” katanya dengan penuh antusias. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Pertapa dan Alat Pemotong Kayu

Kisah Pertapa dan Alat Pemotong Kayu

Diceritakan pada suatu ketika, ada seorang pertapa yang selama hidupnya tinggal di dalam sebuah gua yang kecil. Suatu saat pertapa itu ingin membuat sebuah rumah. Yang pertama dia lakukan adalah turun gunung untuk membeli alat pemotong kayu di toko peralatan di kota terdekat.

Saya ingin pindah dari gua saya dan bermaksud membuat rumah sendiri dari batang kayu”, begitu kata pertapa ini dengan bangga kepada pelayan toko. Lalu dia melanjutkan penjelasannya, “Saya perlu alat pemotong kayu yang paling baik, apakah kamu dapat menolong saya?Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Kura-Kura yang Banyak Bicara

Kisah Kura-Kura yang Banyak Bicara

Alkisah di sebuah danau di pegunungan, hiduplah seekor kura-kura yang terkenal banyak bicara. Siapapun yang ditemuinya akan diajak bicara, panjang lebar tanpa jeda, sehingga sering membuat pendengarnya merasa bosan dan terganggu. Hal ini membuat binatang-binatang lain mulai menghindari kura-kura karena mereka tidak tahan apabila kura-kura mulai berbicara pada mereka. Sehingga kura-kura pun menjadi kesepian karena tidak ada yang mau berteman lagi dengannya.

Suatu ketika, datanglah sepasang angsa yang kebetulan singgah ke danau. Karena keindahan danau ini sangat menawan, maka sepasang angsa itu pun menetap untuk beberapa hari. Mereka sangat baik karena membiarkan si kura-kura berbicara, sepanjang yang ia mau. Mereka tidak pernah protes ataupun meninggalkannya. Kura-kura pun menjadi senang karena ada teman yang mau mendengarnya pada saat dia berbicara. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Cinta Ayah Dan Botol Acar

Kisah Cinta Ayah Dan Botol Acar

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelum membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. “Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu.” Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. “Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali

Aku Menangis Untuk Adikku 6 KaliAku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?

Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!Baca lebih lanjut