Orang yang Bahagia adalah Orang yang Sehat

Orang yang bahagia adalah orang yang sehat

Selama berabad-abad, pembelajaran tentang hubungan antara kebahagiaan dan kesehatan sangatlah populer. Hal ini berkaitan dengan keinginan untuk melihat lebih jauh apakah emosi positif seperti kebahagiaan dan kepuasan mempunyai hubungan dengan peningkatan fungsi atau daya tahan tubuh terhadap penyakit. Terdapat bukti hubungan yang cukup antara ketidakbahagiaan dan kesehatan yang buruk. Kondisi negatif, seperti kecemasan, depresi dan stres dapat mengurangi fungsi kekebalan tubuh dan bahkan menyebabkan peradangan di dalam tubuh, yang dapat membawa kepada kondisi kesehatan yang tidak diinginkan.

Beberapa pernyataan menyarankan bahwa ketika kita dalam kondisi dengan pikiran positif dan tetap menjaga diri agar bahagia, maka semakin kecil kemunkinan tubuh kita untuk mengembangkan penyakit. Namun ketika kita mempertahankan keadaan stress dan kondisi yang tidak bahagia, maka semakin besar kemunkinan tubuh kita untuk menarik penyakit. Ini adalah cara kerja mekanisme dari tubuh dan pikiran kita. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Kisah Ayah, Anak dan Keledai

Kisah Ayah, Anak dan Keledai

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang Pak tua bersama putranya di sebuah desa. Desa itu sudah lama kekeringan dan menjadi tandus, sehingga banyak dari penduduk desa yang pindah. Kehidupan mereka sangat miskin, hanya sebuah gubuk reot dan seekor keledai lah harta yang mereka miliki. Setiap hari mereka hanya mengandalkan keledai yang mereka miliki untuk bekerja. Sehingga suatu hari, diputuskanlah mereka akan pergi ke pekan raya di kota untuk menjual keledainya.

Seorang perempuan melihat mereka dan tertawa, “Kalian berjalan membawa keledai. mengapa kalian tak menungganginya? Kalian berdua benar-benar bodoh!” “Perempuan itu benar,” kata Pak tua kepada putranya, “Kita berdua sungguh bodoh.” Maka orang tua itu naik ke punggung keledai, dan anaknya berjalan mengikuti di belakangnya. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Pelukis Tanpa Tangan

Huang Guofu (41 tahun), terpaksa harus kehilangan kedua lengannya pada usia 4 tahun setelah tersetrum listrik. Ia lahir di Tongnan, Chongqing, China. Sejak usia 12 tahun, ia mulai bertekad melukis dengan mengandalkan kedua kaki dan mulutnya. Dia mulai dengan hal kecil, yaitu melukis gambar-gambar yang ia lihat dari buku menggunakan kakinya.

Huang berhenti sekolah pada usia 18 tahun untuk mengumpulkan biaya mengobati penyakit yang merenggut nyawa ayahnya. Dia mulai mengelilingi sejumlah kota dengan menampilkan kebolehannnya melukis di pinggir jalan dan menjualnya pada orang-orang yang lewat. Baca lebih lanjut

Cerita Inspiratif: Kisah Batu Ruby Yang Retak

Kisah Batu Ruby Yang Retak

Alkisah di suatu kerajaan, terdapatlah seorang Raja yang mempunyai sebuah Batu Ruby yang sangat indah. Raja sangat mengagumi dan bangga karena merasa memiliki sesuatu yang sangat indah dan berharga. Saat permaisuri akan merayakan ulang tahunnya, Raja berkeinginan untuk memberikan Batu Ruby sebagai hadiah kepada istri tercintanya. Namun karena kurang berhati-hati pada saat dikeluarkan dari tempat penyimpanan, Batu Ruby tersebut terjatuh, dan mengakibatkan adanya retakan kecil.

Raja sangat kecewa dan sedih karena Batu Ruby yang indah itu menjadi cacat. Maka dipanggillah para ahli permata, untuk memperbaiki Batu Ruby yang retak itu. Namun beberapa ahli permata yang datang, tidak sanggup untuk memperbaiki batu berharga tersebut. “Mohon ampun Baginda. Cacat di batu ini tidak munkin bisa diperbaiki. Saya tidak sanggup mengembalikannya seperti semula.” kata salah satu ahli permata. Baca lebih lanjut

Belajar Dari Glenn Cunningham

Belajar Dari Glenn Cunningham

Kejadian ini bermula di suatu hari yang dingin di Everetss, Kansas, sebuah kota pertanian. Dimana penduduknya sudah tidaklah asing untuk bekerja keras. Bahkan dari sejak usia dini, anak-anak mereka belajar tentang nilai dari sebuah kerja keras. Begitu juga kehidupan Glenn Cunningham.

Di pagi yang dingin itu, Glenn (6 tahun) bersama Floyd, saudaranya yang berusia 9 tahun, ditugaskan untuk berjalan hampir 2 mill ke sebuah gedung sekolahan untuk menyalakan tungku api. Dengan begitu, ruangan di dalam akan menjadi hangat pada saat guru dan para siswanya tiba nanti. Begitu tiba di gedung sekolah, mereka langsung bekerja seperti biasa yang mereka lakukan, yaitu mengisi tungku api dengan kayu bakar sampai penuh, lalu mengambil sekaleng minyak tanah dan dituangnya ke kumpulan kayu bakar tersebut. Karena minyak tanah dapat mempercepat proses pengapian, selain itu resapan minyak tanah cukup memunkinkan untuk api membakar kayu itu sampai habis. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Mengubah Cara Pandang (II)

Cerita Pendek Mengubah Cara Pandang (II)

Alkisah di suatu kerajaan, terdapatlah seorang Raja yang sangat peduli dengan rakyatnya. Suatu ketika, sang Raja memutuskan untuk berjalan kaki mengelilingi wilayah kerajaan, agar dapat melihat keadaan rakyatnya dari dekat.

Namun tak jauh ketika sang Raja keluar dari istananya, kakinya terluka karena menginjak batu yang tajam. “Hmm…ternyata jalanan ini sangat berbahaya, aku harus melakukan sesuatu agar kakiku tidak terluka lagi” kata sang Raja dalam hati. Baca lebih lanjut

Cerita Pendek: Mengubah Cara Pandang (I)

Cerita Pendek Mengubah Cara Pandang (I)

Suatu ketika, ada seorang ayah yang mengunjungi rumah anaknya yang terletak di kawasan yang memiliki pepohonan rindang. Mereka melepas kerinduan karena sudah cukup lama tidak bertemu, semenjak si anak itu pindah dan menempati rumah barunya ini. Mereka saling bercerita, hingga tak terasa waktu sudah larut malam. Melihat ayahnya sudah mulai letih, si anak pun mengajaknya untuk beristirahat.

Keesokan paginya, sang ayah terbangun dan ingin menikmati terbitnya matahari pagi sambil menikmati segarnya udara sekitar. Namun ternyata ada sebuah pohon yang cukup besar menghalangi pandangannya. Baca lebih lanjut